Kurangnya Lapangan pekerjaan di wilayah Desa Ngeni kabupaten Blitar mendorong masyarakat untuk mencari peluang kerja diluar daerah bahkan ke luar negeri. Di tambah kondisi geografis yang tandus dan tingkat pendidikan yang rendah semakin mempersulit untuk memperoleh peluang kerja di dalam negeri, sedangkan untuk mendapatkan peluang kerja di luar negeri tidaklah sulit ini terbukti dengan banyaknya Buruh Migran Indonesia dari daerah blitar yang bekerja ke luar negeri, baik melalui jalaur legal dan illegal, dengan modal pendidikan yang rendah bahkan tidak memiliki keterampilan cukup BMI dapat memperoleh upah yang tinggi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya. Ini juga merupakan solusi bagi pemerintah dan masyarakat pedesaan untuk mengurangi tingkat pengangguran.
Karena banyaknya banyaknya Buruh Migran Indonesia hal ini menjadi masalah yang menarik untuk di bicarakan oleh semua kalangan. Mulai kalangan atas hingga hingga masyarakat pedesaan, masalah BMI semakin menarik perhatian banyak pihak ketika terjadi banyak kasus yang menimpa BMI maupun calon BMI. Jenis kasus yang banyak dialami BMI atau calon BMI antara lain Pemalsuan dokumen, tidak di berangkatkan, di tipu sponsor/ calo, Ijasah di tahan, hilang kontak upah yang tidak di bayar, Meninggal dunia, di deportasi, disiksa, pelecehan seksual, perkosaan, stress dan lain-lain.
Itu semua karena masih lemahnya perlindungan terhadap BMI oleh pihak pemerintah maupun PJTKI yang memberangkatkan, dengan adanya kasus-kasus tersebut diatas maka para mantan BMI, keluarga BMI serta calon BMI yang gagal berangkat dan masyarakat desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar yang peduli terhadap permasalahan BMI membentuk suatu wadah yaitu Paguyuban Peduli Perempuan & Buruh Migran (P3BM) serta di dukung oleh UNIFEM
Paguyuban Peduli Perempuan & Buruh Migran (P3BM) sebagai wadah solidaritas masyarakat maupun individu yang memiliki kepedulian terhadap BMI, serta sebagai pusat informasi tentang BMI juga membantu mendampingi BMI yang mengalami permasalahan. P3BM-Desa Ngeni menyadari bahwa sangat di perlukan kerjasama dengan pihak pemerintah, pemerintah desa, instansi-instansi yang terkait, LSM dan berbagai elemen masyarakat untuk pengembangan organisasi dan pencampaian tujuan paguyuban.
II. Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas P3BM bertujuan :
1.Sebagai wadah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap BMI dan anggota keluarganya.
2.Sebagai tempat untuk memupuk solidaritas dan persatuan buruh migran Indonesia.
3.Sebagai tempat pemberdayaan, pelatihan, pengembangan potensi hidup dalam beroganisasi.
4.sebagai pusat informasi buruh migran dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang prosedur menjadi BMI
5.Memberikan pendampingan terhadap BMI yang mempunyai permasalahan untuk membantu menyelesaikan masalahnya.
6.Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang prosedur menjadi BMI yang benar