Desa Ngeni termasuk dalam wilayah selatan peta kabupaten Blitar. Sama dengan daerah yang lain. Ketika membicaran wilayah selatan,secara geografis sangat tidak menguntungkan dengan struktur tanah yang tandus dan gersang sampai saat inipun masih ada warga yang harus membeli air karena tidak setiap tanah memiliki sumber air.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil pokok warga desa yang bertani dan berkebun. Sebuah mata pencaharian meskipun tidak mencukupi tetapi harus tetap di geluti karena keterbatasan SDM dan SDA bila di banding wilayah utara, hasil panen hanya 1/3 nya karena saat wilayah utara sudah menuai panen 3 kali dalam 1 tahun penduduk desa Ngeni hanya 1 kali karena keterbatasaan air dan hanya mengandalkan tadah hujan.
Dengan luas Desa 3881.704 kilometer persegi, jumlah penduduk sebesar 10.964 jiwa tidaklah menyita lahan terlalu banyak, dari jumlah tersebut laki-laki 5348 jiwa dan perempuan 5616 jiwa.
Kondisi geografis yang tidak memungkinkan menjadikan buruh migran menjadi alternatif untuk merubah ekonomi keluarga, meskipun kadang harus mengeluarkan modal atau biaya yang tidak sedikit
Dari mereka yang memutuskan untuk menjadi buruh migran tidak semua yang berangkat melalui jalur resmi, para perempuan Desa Ngeni yang dominan menjadi buruh migran dan dari mereka tidak kesemuanya bernasib baik, Banyak permasalahan yang dihadapi para buruh migran dan calon buruh migran desa Ngeni mulai dari di tipu oleh sponsor,calo, kontrak kerja tidak sesuai, di pulangkan sebelum masa kontrak berakhir bahkan sampai penyiksaan ada beberapa sumber masalah kalau kita petakan mengapa hal ini bisa terjadi.
Sumber masalah
- Geografis Desa yang tidak menguntungkan
- Kurangnya akses informasi
- Lambanya pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh pemerintah.
Dari permasalahan yang ada akses informasi yang paling vital karena di desa Ngeni warga sudah berangapan menjadi buruh migran adalah alternatif terbaik untuk merubah kondisi ekonomi keluarga mereka namun kurangnya informasi menjadikan mereka tidak memahami betul hak-hak mereka ini justru di manfaatkan oleh calo atau sponsor, sehingga banyak diantara mereka yang tertipu serta mendapat perlakuan tidak wajar saat proses ataupun pada saat mereka bekerja di luar negeri, para calon buruh migran hanya mendapat informasi dari tetangga yang sudah bekerja dan dari media electronic (radio) yang informasinya tidak akurat, dan untuk informasi lewat media kadang informasi menyesatkan sedikit penggalan kalimat informasi yang menyesatkan “ kalau anda ingin bekerja ke luar negeri datang saja ke PJTKI………….proses cepat tidak di pungut biaya datang sendiri dapat uang saku” nah informasi yang seperti ini yang membuat warga desa tergiur untuk bekerja ke luar negeri namun setelah mereka berproses banyak masalah di hadapi oleh para calon buruh migran.
Dalam hal ini pemerintah dan para wakil rakyat seharusnya tanggap akan masalah yang dihadapi mereka dengan membuat sebuah produk kebijakan yang berpihak pada mereka terutama tentang bentuk perlindungan serta meningkatkan pembangunan merata ke desa-desa serta meningkatkan pembinaan bagi masyarat yang berbasis komunitas desa. Sehingga dapat menciptakan wirausahawan agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga sedikit demi sedikit mengurangi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri menjadi buruh migran.
Dengan melihat tersebut diatas marilah kita bersama-sama untuk meningkatkan sumber daya manusia guna terciptanya wirausaha di tingkat desa dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan bagi para masyarakat desa sehingga mampu mandiri dan berusaha di desanya, mudah-mudahan para wakil rakyat terketuk hatinya untuk membuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat serta dapat mengimplementasikannya, jangan hanya sibuk untuk mensejahterakan diri sendiri dan memperjuangkan aspirasi golongan tertentu tanpa melihat apa yang di alami dan di derita oleh rakyat perlu di ingat anda di pilih oleh rakyat. Di luar negeri untuk menjadi politisi harus kaya dulu baru bisa jadi politisi tapi di negara kita ini terbalik jadi politisi dulu baru kaya.
Sekelumit tulisan ini mudah-mudahan dapat menggugah siapaun yang membaca untuk untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi masyarakat desa agar dapat menciptakan peluang usaha di tingkat desa dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru itu semua tidak dapat dilakukan tanpa dukungan semua pihak terutama yang punya kepedulian tinggi pada nasib masyarakat pedesaan.