Foto-foto di atas adalah sebagian kecil kondisi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan memang tidak enak hidup serba kekurangan selain dikucilkan, di ejek bahkan terkadang di hina, ketidak berdayaan inilah yang membuat mereka nekat untuk mengais rejeki di negeri orang walau kadang pendidikan dan keterampilan yang tidak memadai namaun mereka tetap bertekad untuk merantau ke negeri orang demi mendapat kehidupan yang lebih layak agar tidak lagi mendapat pandangan minor dari kalangan sesame di mana mereka tinggal. Namun apa yang terjadi tidak semua dari mereka yang sukses dan berhasil ada juga di antara mereka yang mengalami kepahitan saat mereka bekerja di negeri orang, mulai penyisakaan, intimidasi, gaji tidak dibayar, pemerkosaan, bahkan terkadang harus kehilangan nyawa demi mempertahankan kehormatan. Namun terkadang tidak sedikit pula yang mencoba melawan saat harga diri mereka di injak-injak kehormatan mereka terancam, namaun apa yang mereka dapatkan terkadang justru mereka yang harus mendekam di balik jeruji dengan ancama hukuman pancung .
Disini kita semua lapisan masyarakat harus prihatin dengan kondisi Pahlawan Devisa dan Keluarganya, terutama Pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk memberikan perlindungan bagi mereka serta membuat program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi pahlawan devisa dan keluarganya, Pemerintah seharus melakukan membahasa berbagai persoalan yang mereka alami, saling tukar informasi dan sesekali berkunjung ke Desa kantung –kantung TKI sebagai media sosialisasi perkembangan ide dan gagasan yang selama ini dibangun bersama untuk memperjuangkan nasib calon, keluarga, dan mantan TKI.
Pemerintah seharusnya mengalokasikan sebagian anggaran kepada keluarga dan mantan-mantan TKI, anggaran tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan pelatihan maupun peningkatan ketrampilan agar dapat lebih mandiri. Harapannya, uang hasil kerja dari luar negeri dapat dikelola dengan baik untuk untuk membangun usaha ekonomi produktif dan bagi TKI yang gagal, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pemberian ketrampilan dan modal usaha. Dengan tujuan agar mereka tidak kembali bekerja ke luar negeri dan dapat bekerja secara layak di daerahnya masing-masing. Semua itu akan lebih mudah diwujudkan apabila Pemerintah, keluarga dan mantan-mantan TKI bersatu dan membentuk kelompok-kelompok di masyarakat, sekarang kelompok perempuan menjadi tempat di mana para mantan TKI berkumpul. Usaha ekonomi masyarakat dibangun dan aspirasi masyarakat disuarakan dalam perencanaan pembangunan. Mestinya Pemerintah memberi perhatian yang serius untuk mendorong kegiatan di masyarakat. Sehingga Perlindungan TKI dapat terwujud, serta yang tak kalah pentingnya memberikan alokasi anggaran yang memadai dalam rangka memenuhi hak-hak dasar calon, keluarga, dan mantan TKI.
Lain hal nya dengan kisah Manohara..'polri' menlu"sampai presidentpun turut membantu manohara..padahal itu hanyalah masalah rumah tangga yg tidak ada sangkut pautnya ama negara....apa yg diberikan manohara pada negara...??? kenapa para devisa yg jelas membantu perekonomian negara tersisihkan....??? itu menjadi tanda tanya segenap para TKI.dan menjadi rahasia, tersendiri bagi para pejabat, DEPNAKER> PJTKI, bahkan NEGARA.
Sesungguhnya kalau negara mau menjaga dan punya perlindungan hukum untuk para BMI(buruh migran indonesia) tentu hal ini bisa dicegah, sungguh, para TKI/TKW kita masih tersisih. Sudah ‘terbuang’ dari negeri sendiri, mereka pun harus ’sengsara’ di negeri orang yang sebenarnya bukan karena ‘kesalahan mutlak’ mereka. Namun, apadaya, karena keterbatasan pendidikan dan akses-akses advokasi akhirnya mereka ‘terjerembab’ ke dalam balik-balik jeruji. Menyedihkannya lagi, mereka pun juga harus ‘meregang’ akidah mereka dan ‘berkubang’ dalam kemaksiyatan. Karena terpaksa secara system ‘melanggar’ aturan-aturan Allah. Sungguh, mereka adalah ‘pahlawan devisa’ bagi negeri ini, namun ketika mereka ‘terjerambab’ siapakah yang peduli? Jangankan terhadap akidah mereka, terhadap fisik mereka saja jarang ada yang peduli. Dimanakah keadilan?..................................
mohon maaf apa bila fotonya tidak tampil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar